Diresmikan Kepala BBWSSO Yogyakarta, SPAB Kali Ori Bisa Produksi Air Bersih 100 Liter/Detik

0
381
Diresmikan Kepala BBWSSO Yogyakarta, SPAB Kali Ori Bisa Produksi Air Bersih 100 Liter/Detik.(foto/ahr)

MMCindonesia.id,Banjarnegara  – Sistem Penyediaan Air Baku (SPAB) Kali Ori diresmikan penggunaaanya. Persemian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta  Dr. Dwi Purwantoro dan Pj Bupati Banjarnegara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Banjarnegara Drs. Indarto M.Si pada Selasa (2/3/2023) di komplek SPAB Kali Ori di Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Banjarnegara.

Direktur PDAM Banjarnegara Ibnu Bahar mengatakan, kebutuhan total air baku saat ini diatas angka 440 liter per detik, namun saat ini baru diangka 147 , maka dengan adanya SPAB Kali Ori ini bisa didapatkan 100 liter per detik, sehingga saat ini masih diangka 247 liter per detik.

“Masih ada kekurangan yang akan diajukan kembali untuk menjadi prioritas, mudah-mudahan bisa diakomodir di tahun 2024,” katanya.

Ibnu menambahkan pembangunan SPAB Kaliori menghabiskan anggaran 20 milliar dari APBN Kementria PU PR.

SPAB Kali Ori nantinya akan menjangkau ke 5 kecamatan yaitu Kecamatan Sigaluh, Madukara, Banjarnegara, Bawang hingga Purwonegoro dimana eksisting kami sudah sampai ke Purwonegoro di dekat balai Desa Gumiwang.

“Masyarakat yang berada di lima kecamatan itu kita bisa mendapatkan paling tidak 8 ribu sambungan rumah (SR) yang baru dari kaliori,” lanjutnya.

PDAM Banjarnegara  lanjut Ibnu ditarget oleh dirjen SDM  di angka 8 ribu SR untuk kapasitas untuk 100 liter perdetik, sehingga diharapkan  dalam 5 tahun kedepan  angka 8 ribu SR bisa dipenuhi.

Lebih jauh Ibnu mengatakan, selama ini kendala untuk memenuhi kebutuhan air bersih adalah sulitnya mendapatkan sumber mata air dengan kapasitas yang tinggi, selain itu dtopografi di Banjarnegara juga kurang mendukung, karena rentan dan tanahnya juga labil sehingga mitigasi resiko kami memang berada diangka yang cukup tinggi untuk resiko tersebut.

Sekretaris Daerah Banjarnegara Drs. Indarto M.Si mengatakan, Pembangunan Sistem Penyediaan Air Baku Kali Ori merupakan upaya Pemkab Banjarnegara saat ini adalah untuk meningkatkan tingkat cakupan pelayanan air kepada masyarakat di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat menjadi hal yang sangat penting sehingga pembangunan sistem penyediaan air baku Kali Ori yang telah selesai ini diharapkan masyarakat Banjarnegara segera dapat merasakan kemanfaatannya untuk menunjang berbagai macam kebutuhan masyarakat seperti pemenuhan kebutuhan air baku itu sendiri, air minum, kebutuhan irigasi atau pertanian.

SPAB Kali Ori mempunyai kapasitas produksi 100 liter perdetik.(foto/ahr)

“Kami berharap PDAM bisa  meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang lebih bermutu dan sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat yang menuntut perubahan pola pelayanan kesehatan khususnya ketersediaan air bersih,” kata Indaro

Indarto  juga mengatakan jika Banjarnegara sebenarnya memiliki beberapa potensi air baku yang belum dimanfaatkan secara maksimal karena adanya keterbatasan anggaran.

Untuk itu dukungan pemerintah pusat masih sangat diharapkan untuk program-program pengembangan air baku dan air bersih di wilayah Kabupaten Banjarnegara di masa datang.

“Sebagai upaya peningkatan pelayanan serta distribusi air baku dan air bersih yang berkualitas kepada masyarakat rencana juga akan dibangun Sistem Penyediaan Air Baku pada sumber mata air Kaliamis di Desa Paweden Kecamatan Karangkobar yang dapat meningkatkan pelayanan untuk wilayah atas dan kota Kabupaten Banjarnegara,” tambahnya.

Anggota Komisi V DPR RI Ibu Lasmi Indaryani, SE pada kesempatan tersebut mengatakan, air bersih sangat dibutuhkan di Banjarnegara. Kebutuhan air baku di Banjarnegara sebesar 440 liter per detik. Namun sejauh ini baru tercukupi sebesar 147 liter per detik. Jadi dengan SPAB Kali Ori ini bisa menambahkan air baku sekitar 100 perdetik.

“Kami berharap kebutuhan air baku masyarakat Banjarnegara lebih tercukupi walaupun mungkin belum bisa 100 persen, karena kita masih punrya PR sekitar 200 liter per detik,” ujarnya

Ia juga berjanji akan memperjuangkan lagi untuk proyeksi sumber mata air  Kaliamis yang memiliki potensi air 50 liter per detik.

“Mohon doanya, karena akan terus memperjuangkan kebutuhan air baku di Bnajarnegara,” katanya.

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta  Dr. Dwi Purwantoro kepada media mengatakan dengan dibangunnya SPAB Kali Ori harapannya masyarakat Banjarnegara bisa bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat, sehingga kebutuhan dari air minum terpenuhi.

Dwi meminta PDAM Banjarnegara untuk selalu berkoordinasi dengan pihaknya untuk menunjukan wilayah mana yang bisa menyediakan air baku.

“Memang wilayah disini airnya melimpah, namun belum ada prasarananya, padahal prasananya cukup mahal, masyarakat sulit mengambil air tanah karena terlalu dalam sehingga masyarakat tidak mampu untuk mengambilnya, apalagi  di daerah lereng seperti ini,” katanya.(Adz)

 

.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here