0
136
Beragam tarian Khas kecamatan Banjarnegara ditampilkan pada Even Budaya Kecamatan Sigaluh Banjarnegara.(foto/ahr)

MMCIndonesia.id,Banjarnegara- Sedikitnya 1000 orang hadir menyaksikan pentas seni yang dihelat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provisi Jateng bekerja sama dengan Komisi E DPRD Jawa Tengah dan yayasan Arga Pamuji di Rumah Makan Jujugan Desa  Randegan, Kecamatan Sigaluh Banjarnegara Sabtu dan Minggu (3-4/12/ 2022).

Warga tampak terhibur dan mengaku kagum meyaksikan beragam kesenian tradisional yang ada di Kecamatan Sigaluh. Sedikitnya 15 dari 27 grup yang eksis di Kecamatan Sigaluh  tampil dalam pagelaran ini.

Ada tari Kidung Sigra Mulya, Kidung Adi (Ngesti Laras), Manunggal Budoyo, Tari Sekar Jagat, Tari Hangesti, Rebana Rock Gempor, Wahyu Setya Muda Budoyo, Krida Wahyu Wala Budaya, Cakra Buana, Wahyu Budaya, Wahyu Tunas Turangga Jati, Krida Purba Buana Lestari, Dwi Cipta Laras, Krida Lestari dan masih ada lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng yang di wakili oleh Kasubag Kebudayaan Budi, Camat Sigaluh Izak Danial Aloys S.STP MSi dan para Kades Se Kecamatan Sigaluh dan Masukara.

Ketua Panitia Tunggul Tri Wasono menyampaikan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 15 grup kesenian tradisional yang ada di 14 desa di Kecamatan Sigaluh dan Madukara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terutama kepada Hj Sri Ruwiyati SE MM selaku Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jateng yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat menghibur warga Sigaluh.

Hal yang sama juga disampaikan Camat Sigaluh Izak Danial Aloys. Kegiatan seperti salah satu upaya untuk melestarikan kesenian lokal yang ada di Sigaluh.

Disampaikan bahwa kesenian tradisional yang ada sebenarnya banyak sekitar 27 grup kesenian, namun yang tampil bari 15 grup. mengingat waktunya hanya sehari.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Banjarnegara Tursiman berharap even seperti ini tidak hanya dilakukan sekali ini saja. Melainkan bisa dilakukan kontinyu. Karena dengan menggerakkan budaya maka sektor ekonomi akan semakin meningkat.

“Marilah kita bersama – sama mengembangkan kesenian yang ada. Insyaallah kita akan bertahap memfasilitasi grup kesenian  dari sisi perlengkapan dan pelatihan,” katanya.

Tursiman juga menginformasikan bahwa   Banjarnegara akan merayakan hari jadi pada 26 Februari. “Kita nanti juga akan menampilkan kesenian tradisional yang ada di Banjarnegara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini Hj Sri Ruwiyati  mengaku bahagia dapat bertatap muka dengan warga Sigaluh.

“Kegiatan yang digelar ini tujuannya adalah untuk melestarikan budaya atau kesenian tradisional sekaligus sebagai sarana silaturahmi guna meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya

Sementara Wakil Ketua DPC PDIP Banjarnegara Bidang Organisasi dan Keanggotaan Wahju Jatmiko, yang juga sebagai penggiat budaya menambahkan bahwa pagelaran ini salah satu ujud dan komitmen dirinya terhadap Sigaluh dalam upaya Nata Desa Mbangun Banjarnegara dan Mbangun Budaya sebagai  alat untuk pemersatu bangsa.

Sejumlah penonton kepada media saat ditanya   mengaku terhibur dengan pagelaran kesenian tradisional.

“Ternyata di Sigaluh banyak penggiat budaya dan kesenian tradisional yang ditampilkan begitu beragam. Termasuk kuda kepang yang ditampilkan juga juga sangat apik dan inovatif,” kata Muji asal Banyumas yang ikut menyaksikan pagelaran ini.

Pagelaran masih dilanjutkan malam hari dengan menghadirkan grup musik modern ala Sigaluh Banjarnegara. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here