Hingar Bingar Pilkades Serentak Tangerang

0
70
Aditya Hidayatulloh Founder Teras Baca Aksara(foto/red)

MMCIndonesia.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilakukan secara serentak di Kabupaten Tangerang pada 4 Juli mendatang, hingar-bingarnya telah terngiang di sebagian masyarakat Kabupaten Tangerang.

Berbagai kontestan atau kandindat yang akan maju di Pilkades tersebut, telah hadir memberikan ‘tebar pesona’ kepada masyarakat baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan.

Walaupun suasana masih dalam masa pandemi Covid-19, tetapi untuk perhelatan Pilkades terus akan dilaksanakan pada waktunya. Dengan menerapkan prokotol kesehatan secara ketat. Hal ini, untuk menjaga klaster baru Covid-19 pada pelaksanaan pilkades nanti.

Pilkades secara serentak yang akan digelar tersebut, merupakan salah satu alat bagi masyarakat dipedesaan dalam mencari sosok pemimpin serta sarana komunikasi politik untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya memilih pemimpin.

Sementara para kandidat atau kontestan mereka akan mempersiapkan dirinya dalam perhelatan nanti, dengan berbagai ide dan gagasan ditawarkan. Agar bisa dapat meraih simpati dari masyarakat untuk memberikan hak pilihnya.

Saat ini, masyarakat di pedesaan sebagian pola pikirnya telah maju kedepan. Artinya, para kandidat dan kontestan harus-lah pandai dalam memberikan ide dan gagasannya. Jangan sampai, hanya ‘slogan semata’.

Di dalam mencari pemimpin bagi masyarakat pedesaan, dewasa ini telah berpandangan maju kedepan. Tidak bersifat “tradisi” sebab ditunjang juga dengan perubahan zaman. Apalagi, teknologi informasi atau yang lebih dikenal masyarakat secara umum dengan sebutan medsos (media social) acapkali mampir tiap hari bahkan setiap waktu ada ditengah-tengah masyarakat pedesaan.

Artinya sang kandidat dan kontestan yang akan maju di perhelatan tersebut, mau dan tidak mau harus mengimbangi dalam perubahan cara pandang masyarakat saat ini.

Hal itu pun, perlu adanya kebersamaan serta ide dan gagasan dalam menyamakan persepsi cara pandang masyarakat saat ini. Para kandidat dan kontestan, sepertinya harus berfikir lebih maju ke depan agar tidak menjadi kesia-siaan ketika bertarung di perehelatan nanti.

Masyarakat sepertinya tidak membutuhkan sesaat, akan tetapi lebih membutuhkan yang “urgensi” untuk masyarakat banyak. Sebab, hal ini penunjang atau penopang bagi jangka panjang dalam kebersamaan mewujudkan masyarakat pedesaan yang “madani”.

Ketika mewujudkan masyarakat pedesaan yang “madani” hal ini dibutuhkan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dalam segala bidang. Sosok ini-lah yang akan dicari, diminta dan dihadirkan masyarakat dalam perhelatan nanti.

Maka dari itu, jadikanlah Pilkades ini sebagai alat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat pedesaan sebagai ajang kebersamaan serta ajang adu gagasan. Agar kelak, di kemudian hari dapat mewariskan calon-calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi serta memiliki karakter jiwa kepemimpinan.

Tidak ada kata yang tidak ‘mungkin’ selama berusaha, berjuang dan berdo’a dalam setiap gerak serta langkah. Apalagi ini, sebagai ladang perjuangan bagi para kandidat dan kontestan yang akan mau maju di perehelatan nanti.

Jadikan-lah semua itu sebagai “episode” dan “bait” bagi para kandidat juga kontestan dalam meraih ‘singgasana’ sebagai ladang perjuangan. Jika hal ini dilakukan, niscaya kebaikan dan keberkahan kelak akan menunggu di ujung sana.

Selamat Berjuang dan Selamat Bertanding bagi para kandidat dan kontestan jadi-lah petarung yang “ksatria” walaupun kalah tetap akan “dikenang” dimasyarakat. Semoga apa yang dicita-citakan oleh para kandidat serta kontestan pada perehelatan nanti, terjawab ketika masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Semoga saja …(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here