Silaturahmi, Ketua Umum Pemuda Melayu Resmikan Kendaraan Operasional Bala’ Komando

0
120

JAKARTA, MMCIndonesia.id, – Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Melayu (DPP PM) menggelar kegiatan silaturahmi, sekaligus meresmikan kendaraan operasional Bala’ Komando Pemuda Melayu di Kantor Sekretariat DPP PM, Jalan Cilandak 1 No. 59, Jakarta Selatan, Selasa, (20/04/2021).

22 Tahun didirikan, Pemuda Melayu kini telah membentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sebanyak 16 Provinsi, dan tersebar di seluruh Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pemuda Melayu, Sultan Mulia Kusuma Nata Pakoenegara saat diwawancarai oleh awak media.

Sultan Mulia Kusuma Nata Pakoenegara saat meresmikan kendaraan operasional Bala’ Komando Pemuda Melayu yang dihiasi dengan adat ceplok telur ke mobil.

Sultan menjelaskan bahwa kegiatan silaturahmi, dan peresmian kendaraan operasional Bala’ Komando Pemuda Melayu adalah salah satu agenda dari DPP PM yang memang sudah lama dicanangkan.

“Dalam 22 tahun ini, kami bertujuan untuk menyatukan puak Melayu, tergedradasi dari perkembangan zaman, kami ingin membangkitkan semangat, dan Marwah Melayu,” papar Sultan.

Sultan juga menjelaskan bahwa Puak Melayu notabene sebagai salah satu pemilik sah Republik. Secara politik, Melayu terkesan seperti dilupakan, oleh karenanya, dengan Pemuda Melayu ia ingin menyatukan anak bangsa, khussnya Melayu untuk tujuan dapat mengabdikan diri kepada masyarakat, dapat bergerak, dan tidak menjadi penonton di negeri sendiri, serta dapat membangun negeri.

“Terbangun dari berbagai macam latar belakang, kami saling bahu membahu, ada yang pengusaha, maka akan kami dukung usahanya, dan jika ada yang ingin menjadi pemimpin di negeri ini, maka akan kami dukung agar menjadi pemimpin yang baik,” papar Sultan.

Jajaran pengurus DPP Pemuda Melayu saat sesi foto bersama.

Ditanya mengenai kegiatan sosial, Sultan Mulia Kusuma Nata Pakoenegara mengungkapkan bahwa sosial adalah agenda yang sudah menjadi kewajiban. Ia selalu siap membantu siapa saja, seperti korban bencana alam, orang kurang mampu, dan lain sebagainya.

Saat disinggung soal mudik, Sultan juga memaparkan bahwasanya DPP Pemuda Melayu selalu patuh peraturan pemerintah.

“Biasanya kami rutin mengadakan kegiatan mudik bersama, namun karena pandemi Covid – 19 ini, di tahun ini kami tidak ada yang mudik, dan kami juga mematuhi peraturan pemerintah, terutama dalam menjaga protokol kesehatan, semoga saja Covid cepat berlalu, sebab rencana tahun depan, kami juga akan mengadakan Festival Adat Budaya Melayu yang bertujuan agar masyarakat tahu bahwa Ras Melayu ini masih ada,” pungkas Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Jendral DPP Pemuda Melayu, Hendi Sutarsa dalam hal ini juga menyampaikan bahwa organisasi ini ke depan akan membentuk kekuatan besar rumpun melayu di Indonesia.

“Sebagai orang Melayu, mari kita bersama – sama membangun negeri ini, sebab kita tidak terlepas dari NKRI, jadi mari kita perkuat nilai – nilai budaya Melayu,” papar Hendi.

Hendi juga berharap agar Pemuda Melayu dapat berkembang dengan pesat. Diketahui, anggota Pemuda Melayu terbanyak kini dari daerah Sumatera, dan di Jawa Tengah belum ada.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Organisasi Kaderisiasi Keanggotaan (OKK) DPP Pemuda Melayu, Indra Jaya S.T., turut mengungkapkan hal senada.

“Pemuda Melayu ini ada dari solidaritas masyarakat yang lahir di Indonesia. Melayu ini adalah rumpun bangsa, jadi beberapa suku – suku bangsa yang ada di negeri ini adalah bagian dari Melayu. Jika kita mengacu kepada sejarah, Indonesia ini lahir dari sebuah kerajaan – kerajaan yang dulu hadir di negeri ini yang mana kian lama kian menyatu sehingga terbentuk NKRI,” papar Indra.

Indra juga mengungkapkan bahwa Melayu wajib dikembangkan agar tidak dilupakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Melayu itu sendiri, serta mengajak kepada masyarakat di seluruh negeri agar bersatu.

“Saya berharap agar masyarakat, terlebih untuk pemuda – pemudi dapat bersatu demi pembangunan, NKRI harus bersatu, harus bangkit agar tidak berada pada keterpurukan yang semakin dalam,” ungkap Indra.

“Dalam hal keanggotaan, Melayu ini dikenal kental dengan Keislaman, jadi kami tidak membeda – bedakan suku manapun bagi yang ingin bergabung, yang terpenting mereka haruslah beragama Islam,” pungkas Indra. (Rama)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here