Managemen Pengelolaan Sampah di Banyumas Bagus, Akan Replikasikan Secara Nasional

0
64
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkunjung ke Banyumas untuk melihat dari dekat pengelolaan sampah yang dilakukan di wilayah tersebut.(foto/doc)

MMCindonesia.id,Banyumas – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkunjung ke Banyumas untuk melihat dari dekat pengelolaan sampah yang dilakukan di daerah ini.

Kunjungan dilakukan di kompleks Tempat Pembuangan Akhir Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPA BLE), Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Gunungtugel Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Minggu (8/1/2023).

Setelah mendengarkan penjelasan Bupati Banyumas Achmad Husein, Menteri Siti Nubaya menilai pengelolaan sampah di Banyumas sudah dikelola dengan baik.

“Melihat Banyumas seperti penjelasan Pak Bupati dan melihat di lapangan persoalan sampahnya sudah bisa dikelola dengan baik, mulai sarananya, managemen dan yang paling utama adalah keterlibatan masyarakat dengan adanya KSM yang mencapai 29 kelompok,” katanya

Menteri LHK Menilai Pengelolaan Sampah di Banyumas Keren, dengan melihat sarana yang ada sangat memadahi maka patut docontoh dan pihaknya bakal mereplikasikan pengelolaan sampah Banyumas ini secara nasional.

“Dengan sarana yang seperti ini saya kira patut dicontoh, dan memang sudah banyak dicontoh ya. Maka kita akan bahas prinsip prinsipnya yang dilakukan oleh Bapak Bupati dan akan kita ambil untuk kita berlakukan secara nasional. Paling tidak kita buat SOP nya. Jadi Banyumas keren patut dicontoh,” katanya.

Hal tersebit menurut menteri sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa semus pihak harus menangani secara tuntas masalah sampah

Nurbaya menambahkan jika melihat contoh TPA BLE di Banyumas, pengelolaan sampahnya berada satu kompleks dengan berbagai peran aktor itu kelihatannya bisa selesai. Dari TPA BLE tersebut, pihaknya akan cek langkah-langkahnya untuk dihitung dari segala aspek.

“Dari volume sampah, penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, dan lain-lain. Tapi, sebetulnya yang paling penting adalah bahwa sampahnya bisa diselesaikan,”katanya.(Adz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here