Banjarnegara Ekspor Tepung Mocaf ke Turki

0
207

MMCindonesia.id,Banjarnegara- Pejabat Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto, SH melepas ekspor produk tepung mocaf ke Negara Turki. Produk unggulan yang kreasi dari Rumah Mocaf Banjarnegara tersebut diekspor untuk pertama kalinya ke negara Turki. Pelepasan armada truk pengangkut mocaf berlangsung di halaman Pendapa Dipayuda Banjarnegara, Selasa (18/10/2022).

Pj Bupati didampingi kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Drs Adi Cahyono PS beserta jajaran, serta owner Rumah Mocaf Banjarnegara, Riza Azyumarridha Azra. Pelepasan diawali dengan doa bersama dan sambutan Pj Bupati. Tri Harso mengatakan, bahwa kegiatan pelepasan ekspor mocaf merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam pengembangan dan kemajuan produk UMKM yang ada di Kabupaten Banjarnegara.

“Saya berharap, produk-produk UMKM di Banjarnegara bisa lebih berkembang dan juga semakin terkenal tidak hanya di Indonesia namun juga mancanegara,” harapnya.

CEO Rumah Mocaf Riza Azyumarridha Azra menjelaskan bahwa ekspor ini perupakan ekspor perdana ke negara Turki. Namun bukan ekspor yang pertama kali dilakukan. Rumah Mocaf sendiri sudah melakukan ekpor ke lebih dari 4 negara seperti Malaysia, Singapura, Dhubai, Oman dan Inggris. Riza juga menjelaskan bahwa pada saat ini permintaan produk tepung singkong sedang meningkat di seluruh dunia.

“Harapan kami untuk kedepannya makin banyak teman-teman yang memproduksi tepung mocaf dan masyarakat juga mengkonsumsinya. Untuk memenuhi kebutuhan permintaan, kami memiliki serapan singkong yang kami dapat dari sekitar Banjarnegara khususnya di Kecamatan Punggelan. Singkongnya lalu kami olah menjadi tepung mocaf, harapanya singkong ini bisa bernilai jual lebih tinggi,” tuturnya.

Riza menambahkan, Sebanyak 45 ton tepung mocaf Banjarnegara diekspor ke Turki berangkat dari Banjarnegara

lewat Pelabuhan Surabaya. Ekspor mocaf dimualai sejak tahun 2020. Volume pengiriman terakhir yaitu ke Oman mencapai 20 ton, dan kini 45 ton terbang ke Turki. Capaian ini berwal dari pameran pangan internasional  di Istanbul Turki dengan nilai nominal mencapai Rp 2 miliar lebih.

“Kami membuka stand yang difasilitasi Kementerian Pertanian juga Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Di sana  kami bertemu banyak buyer. Setelah penajakan sekitar 6 bulan baru masuk order resmi,” pungkasnya. (Adz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here