Dilaksanakan Secara Sederhana Prosesi Jadi Banjarnegara Ke – 451 Berjalan Khidmat

0
79
Prosesi Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke 451 dilaksanakan sederhana.(foto/anhar)

MMCINDONESIA.ID,BANJARNEGARA – Prosesi Hari Jadi Banjarnegara ke 451 yang dilaksanakan pada Sabtu (26/2/2022) dilaksanakan dengan sederhana.

Namun meski  dilakukan secara sederhana karena masih tingginya angka Covid-19 di Kabupaten Banjarnegara serta ada perubahan kegiatan disesuaikan yang dengan hasil penelusuran sejarah namun prosesi berlangsung khidmad.

Prosesi hari jadi Kabupaten Banjarnegara diawali dengan kirab pusaka di halaman Pendapa Dipayuda Adigraha. Plh Bupati Banjarnegara H Syamsudin menerima  bendera pusaka, Ketua DPRD Iswawan Setya Handoko menerima lambang daerah dan Sekretaris daerah membawa pataka dan songsong.

Sesampainya di Pendopo Pusaka Banjarnegara selanjutnya diserahkan ke Dandim 0704 Banjarnegara  letkol Sujeidi Faisal ST MHan dan Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto SIK MH untuk disemayamkan.

Prosesi hari jadi kemudian dilanjutkan dengan Sidang Paripurna DPRD Banjarnegara yang dipimpin Ismawan Setya Handoko  dan dihadiri oleh 75 pimpinan SKPD Banjarnegara.

Sementara pejabat lain sepeti camat dan kepala desa mengikuti prosesi melakui daring siaran YouTube yang disiarkan secara langsung.

Dalam sidang paripurna, Ismawan Setya Handoko  meyampaikan, peringatan Hari Jadi  451, tanggal 26 Februari mengacu pada peraturan daerah (Perda) Kabupaten Banjarnegara nomor 6 tahun 2019 tentang Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara.

Disebutkan, hari jadi yang sebelumnya, pada tanggal 22 Agustus 1831 dirubah menjadi 26 Februari 1571. Karena tanggal 22 Agustus 1831 yang selama ini diperingati sebagai Hari Jadi Banjarnegara ternyata menandai kekuasaan Belanda secara administratif mulai berlaku di wilayah Banjarnegara.

Plh Bupati Banjarnegara H Syamsudin berharap Banjarnegara segera terbebas dari Covid-19 dan akan semakin sehat, bermartabat dan sejahtera.

Terpisah Sekda H Indarto menyampaikan, perbedaan pada perayaan HUT Banjarnegara yang paling mendasar karena ada perubahan  tahun  berdirinya Banjarnegara.

Sehingga ada perubahan sejarah yang kemudian ditetapkan dalam perubahan di cover peraturan daerah terkait hari Jadi Banjar.

“Walau peringatan dilakukan dengan sangat sederhana, Namun nilai – nikai tradisi dan budaya Jawa tetap melekat,” katanya.

Ia merasa bersyukur karena semua elemen masyarakat mendukung. Pemkab juga menyadari pada posisi level 3 sehingga semua kegiatan dilakukan dengan menerapkan prokes ketat Covid-19. (RZ)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here