Pengembangan Pariwisata Jabar Kedepankan Konsep Kultural Ecotourism

0
75
Foto: Ist

BANDUNG, MMCIndonesia.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan, pihaknya akan mengembangkan sektor pariwisata di Jawa Barat (Jabar) dengan mengedepankan konsep kultural dan ecotourism atau wisata berbasis alam.

Dalam Pembukaan Jabar Culture and Tourism Festival yang diselenggarakan secara daring, Minggu (21/3), Sandiaga mengatakan Propinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata kultural yang dapat dipadukan dengan keindahan alam yang ada di sana. Untuk itu perlu ada titik akses untuk wisata.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur (Jawa Barat), Kementerian PUPR, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian BUMN. Karena banyak titik wisata yang ada di bawah penguasaan BUMN sebai aset-aset milik negara,” kata Sandiaga.

Oleh karena itu, lanjut Sandiaga, pihaknya kini tengah menyelesaikan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian BUMN. Dengan harapan agar potensi-potensi pariwisata yang ada tersebut bisa segera dikembangkan.

Sandiaga menuturkan, pihaknya akan memulai perkembangan dan pembangunan destinasi-destinasi wisata di Jawa Barat yang terbengkelai. “Sehingga nantinya destinasi-destinasi ini akan menjadi destinasi yang bertaraf nasional dan internasional,” katanya.

Selain itu, Sandiaga juga mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Barat sebagai upaya memulihkan ekonomi nasional dan mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat. “Salah satu dari tiga KEK yang telah berhasil kita dorong dengan kemajuan yang signifikan yaoitu Lido dan kami akan mengembangkan KEK di Cikadang, Sukabumi, serta Pengandaran,” ujarnya.

Menparekraf juga menyebutkan pengembangan desa wisata di Jawa Barat menjadi salah satu upaya yang ditempuh pihaknya untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sana. Hal ini berkaca dari tingkat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Batulayang di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

“Di Jawa Barat ada 10 desa wisata unggulan. Itu nanti akan kita kolaborasikan dengan pihak-pihak terkait untuk dikembangkan,” lanjutnya.

Sandiaga mengingatkan, perlu ada adaptasi, inovasi, dan kolaborasi serta pentingnya menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

“Kunci dari pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah penanggulangan angka penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, mari kita terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” ungkap sandiaga.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat, Atalia Pratatya Kamil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here