Gubernur Sumbar Kukuhkan Sudahri Sebagai Ketua Perwanaliko

0
65

Sumbar, MMCIndonesia.id – Wali Nagari Tarantang, Sudahri, SW, S.E, resmi sebagai Ketua Umum Persatuan Walinagari Limapuluh Kota (Perwanaliko) untuk masa bakti 2021-2025 mendatang, setelah dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Aula objek wisata Kampung Eropa, Kawasan Wisata Harau, Rabu (31/3/21).

Gubernur Sumbar dalam sambutannya mengaku merasa senang hadir di tengah-tengah Wali Nagari se – Kabupaten Limapuluh Kota. Karena Wali Nagari merupakan ujung tombak dari pemerintahan dalam percepatan pembangunan terutama pemerintahan Kabupaten.

“Karena itu, saya meminta para wali nagari untuk sungguh-sungguh melaksanakan tugas untuk kemajuan nagarinya,” kata Mahyeldi.

Pengembangan potensi nagari atau desa di Sumatra Barat dinilai belum optimal. Hal ini terlihat dari belum banyak nagari di wilayah ini yang unggul dengan produk, potensi, atau inovasi yang dilakukan sehingga menggerakkan ekonomi warga secara besar-besaran.

Menyiasati hal ini, Mahyeldi meminta para Wali Nagari untuk bisa memanfaatkan anak-anak muda kreatif dengan cara mendorong mengikuti pelatihan-pelatihan dalam membangun kampung halamannya.

“Nanti anak muda disini bisa dilatih, dan dibekali di BLK dan setelah itu dibuat plening bisnisnya bekerjasama dengan perbankan. Apalagi Kabupaten Limapuluh Kota memiliki banyak daerah wisata,” ucapnya.

Mahyeldi melihat bahwa setiap nagari di Sumbar memiliki potensi yang berkaitan dengan karakteristik wilayah untuk bisa dikembangkan. Sebagai contoh di Kabupaten Limapuluh Kota banyak potensi wisata dan kuliner seperti di Lembah Harau ini yang memiliki Kampung Eropa. Dan memiliki potensi pertanian atau peternakan.

“Potensi – potensi itu perlu diangkat sebagai nilai tambah, sesuaikan dengan potensi daerah,” ujar Mahyeldi.

Selanjutnya Gubernur juga meminta Wali Nagari untuk meningkatkan pelayanan publik, pelayanan keuangan, serta perancangan penggunaan dana dari pusat untuk pembangunan Nagari. Hal ini menyusul besaran dana desa yang disalurkan pemerintah pusat makin besar.

“Terkait anggaran Wali Nagari, saya minta jangan disalahgunakan, jangan dikorupsi, dan jangan wali nagari sampai tersangkut masalah hukum,” paparnya.

Supaya wali nagari lepas dari jerat hukum, Mahyeldi berharap wali dan aparatur nagari di Limapuluh Kota bekerjalah dengan jujur dan profesional serta tranparan.

“Kalau perlu lakukan kerjasama dengan Kejaksaan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan, sehingga meminimalisir terjadinya pelanggaran hukum,” tukasnya.

“Ingat pihak kejaksaan dan kepolisian selalu bekerja dan siap setiap saat mengawasi kegiatan yang ada di Nagari,” paparnya.

Sementara itu, Walinagari Tarantang Sudahri sebagai Ketua Umum Perwaliko mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Gubernur Sumbar.

“Alhamdulillah, setelah ini saya akan menyusun program kerja dalam menyukseskan nagari-nagari yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota ini, dan bekerja sesuai dengan harapan para Wali Nagari,” ungkapnya.

Ia juga akan fokus dalam peningkatan kapasitas pemuda dan pemudi yang putus sekolah untuk dibekali melalui BLK dan dipersiapkan untuk kerja.

Kemudian, Perwanaliko juga ikut mendorong nagari-nagari lain dalam membentuk, menyusun, dan memandu tata cara penggunaan dana desa terhadap nagari-nagari agar penggunaan dana desa tersebut tidak bertentangan dengan aturan.

“Kedepan, Perwanaliko juga akan berkoordinasi dengan penegak hukum. Kita juga akan meminta ke penegak hukum dalam pemahaman penggunaaan dana desa,” ungkap Sudahri. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here