Bundo Yemmelia : Organisasi Memperkuat Silaturahmi Bukan Memecah Belah ( part 1 )

0
35

MMCIndonesia.id – Timbulnya persoalan yang berujung pelaporan dan hadirnya IKM tandingan di Kota Tangerang, membuat banyak pihak terhenyak. Sebab, selama ini, orang Minang sangat dikenal dengan kerukunan dan kekompakannya.

Namun yang terjadi, dengan dilantiknya pengurus DPD IKM Kota Tangerang oleh Andre Rosiade selaku ketua harian DPP IKM dan Nefri Hendri selaku Sekjend DPP IKM disaat kasus pembekuan pengurus DPC IKM versi Indra Jaya masih bergulir di Pengadilan, tentu pula bukan sebuah hal yang elok untuk dilakukan.

Hj Yemmelia atau akrab disapa Bundo Iim, saat dikonfirmasi terkait hal itu, hanya bisa mengurut dada. Sebab, menurutnya hal itu tak perlu terjadi karena hanya akan membuat nama besar orang Minang menjadi cela di tanah rantau.

“Saya cukup prihatin dengan apa yang terjadi di tubuh IKM. Karena, tujuannya dibuat organisasi kemasyarakat, entah itu namanya IKM atau nama lainnya adalah untuk wadah silaturahmi dan bukan untuk berpecah belah,” jelasnya.

Selaku orang yang telah malang melintang di organisasi kemasyarakatan, bahkan diangkat menjadi sesepuh masyarakat Baduy, Bundo Iim menyebutkan, semenjak IKM versi Fadli Zon hadir, yang terjadi di daerah, bukan bersatu padu. Tapi menghadirkan dualisme organisasi Minang di daerah bersangkutan.

Hj Yemmelia lantas menceritakan tentang sejarah berdirinya IKM. Sebelumnya kata dia, di masing-masing wilayah di Indonesia telah ada yang namanya persatuan masyarakat Minang.

“Mulai dari IKM, Minang Saiyo, Minang Sepayung, IKSB, IKAMRI dan lain sebagainya. Meskipun namanya berbeda, namun nafasnya tetap satu yaitu kebersamaan,” imbuhnya.

Saat pindah kerja ke Provinsi Banten pada 2001 silam, di daerah baru itu., Yemmelia berkisah, mencari orang tua dan organisasi Minang yang ada di daerah tersebut.

Dalam dua tahun pencariannya, Hj Yemmelia banyak bertemu dengan masyarakat Minang yang merantau di wilayah Banten. Di daerah tersebut, bermacam – macam pula nama perkumpulannya. Di Pandeglang nama organisasinya IKKM. Di Cilegon namanya IKAMI. Lebak dan Tangerang dengan nama yang sama yaitu IKM, sementara di Serang namanya PKM.

“Akhirnya tahun 2004, dari silaturahmi yang saya lakukan, tercetus dari beberapa orang tua di Banten yang ingin membentuk IKM Provinsi Banten. Tujuannya adalah untuk mangumpuaan “nan taserak”. Intinya, ada satu organisasi yang menaungi masyarakat Minang yang ada di rantau,” imbuhnya.

Akhirnya, diadakan pertemuan dari rumah ke rumah para tokoh Minang yang ada di Provinsi Banten. Dan di tahun itu pula, secara resmi diperkenalkan nama organisasi masyarakat Minang di Banten dengan nama IKM.

“IKM Banten, diresmikan pada 16 November 2007 di alun-alun Kota Serang. Acara itu dihadiri oleh sesepuh Minang, Bapak Azwar Anas dan sesepuh Banten, Bapak Suryadi Soedirja. Secara aklamasi, saya didaulat sebagai ketuanya,” jelas Hj Yemmelia panjang lebar.

Selaku pucuk pimpinan organisasi Minang, Hj Yemmelia pun turun ke bawah melakukan sosialisasi dan konsolidasi ke seluruh wilayah Banten. Dalam 5 tahun, berhasil dibentuk DPD IKM dan DPC IKM se-Provinsi Banten.

Di Banten dewasa ini, sudah terbentuk 8 kepengurusan DPD IKM baik di kabupaten/kota dan 56 DPC IKM.

“Dan selama ini, IKM di Provinsi Banten berjalan dengan baik serta saling berkordinasi. Karena memang, masing-masing IKM harus mandiri tidak ada iming-iming bantuan ini dan itu,” tuturnya.

Selaku pimpinan, DPD dan DPC IKM yang ada di wilayah Banten, diarahkan memiliki kegiatan rutin setiap bulannya. Selain itu, pengurus dan jajarannya harus bisa mengusahakan adanya pemakaman dan sekretariat serta mushola.

Terkait sejarah pembentukan DPP IKM, YHj Yemmelia menuturkan, awal tahun 2013 IKM dari sejumlah wilayah, diantaranya IKM Bali, IKM Banten dan IKM Bengkulu berkumpul di Hotel Balairung. Hadir juga sejumlah penggiat organisasi, wartawan senior dan sejumlah tokoh yang ada di Jakarta.

“Panitia dalam kesempatan itu mengundang Irman Gusman (saat itu ketua DPD -RI), Alm Muslim Kasim (saat itu Wakil gubernur Sumbar). Sejumlah Minang dengan pangkat Jenderal di bahunya juga turut serta,” lanjutnya(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here