Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir Bandang NTB, Kementerian PUPR Groundbreaking 185 Unit Huntap RISHA di Bima

0
20

Jakarta, MMCIndonesia.id – Usai melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Dompu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan pengerjaan di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi pembangunan berada di Desa Tambe Kecamatan Bolo dengan jumlah unit sebanyak 185 rumah.

Bantuan hunian tetap berupa rumah khusus (rusus) yang didesain dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tipe 36. RISHA merupakan bangunan rumah menggunakan teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat menggunakan 3 jenis modul beton bertulang pada struktur utamanya.

Ketua Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR untuk NTT dan NTB Widiarto menyampaikan pembangunan rumah khusus di Desa Tambe merupakan upaya kerja keras bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Hunian tetap RISHA dibangun di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 3,5 hektar.

“Selain dibangun rumah khusus juga dilengkapi dengan prasarana sarana dan utilitas (PSU) seperti sanitasi komunal, persampahan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle), air bersih, dan jalan lingkungan,” kata Widiarto saat memberikan sambutan pada acara groundbreaking pembangunan huntap di Kabupaten Bima, Jumat (4/6/2021).

Menurut Widiarto, rumah merupakan bagian dari kebutuhan utama masyarakat sekaligus meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk itu, Widiarto meminta pembangunannya segera dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Bupati Bima Indah Dhamayanti menyampaikan ucapan terimakasih atas terbangunnnya hunian tetap bagi masyarakat di Desa Tembe. Menurut Indah, bencana banjir bandang telah terjadi di desa setempat pada 2 April lalu akibat luapan Sungai Dam Pela Parado yang tidak mampu menampung debit air.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah salah satu bentuk perhatian langsung dari Bapak Presiden dan Menteri PUPR dalam menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat,” ujar Indah.

Pembangunan hunian tetap di Kabupaten Bima melengkapi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang di NTB. Sebelumnya Kementerian PUPR telah memulai pembangunan RISHA di Kabupaten Dompu sebanyak 107 unit. Baik di Bima dan Dompu ditargetkan selesai seluruhnya pada November 2021.

Turut hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama, Direktur Rumah Khusus, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Sekretaris Ditjen Perumahan M. Hidayat, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara I Rini Dyah Mawarty, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi, dan Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi NTB, Ika Sri Rejeki. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here